WARTA MALUT NEWS — Gayung bersambut. Calon wakil bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane kembali melakukan kampanye perdana di Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan pada Kamis (26/9/2024) malam tadi.

Rio Cristian saat melakukan kampanye dirinya didampingi sang istri. Bersama tim pemenangan Rusli-Rio, kehadiran calon wakil bupati Pulau Morotai ini disambut hangat warga Joubela.

Para loyalis dan simpatisan Rusli-Rio tampak semangat menghadiri giat kampanye paslon yang diusung Partai Golkar dan Demokrat itu.

Rio sendiri dalam kampanye mengemukakan, bahwa Rusli Sibua adalah contoh pemimpin yang amanah, selalu komitmen dengan yang diucapkan.

“Yang bersangkutan tidak janji pun dia lakukan, apa lagi kalau janji pasti terealisasi,” sebut Rio di hadapan warga Joubela.

“Pada zaman bupati pak Rusli Sibua, Morotai itu tidak ada perusahan tambang. Meskipun tidak ada perusahaan tambang tapi banyak warga dari luar Morotai yang berdatangan untuk mencari pekerjaan di Morotai,” tuturnya. Seperti dilansir Deteksi Malut News, Kamis 26 September 2024.

Menurutnya, hal ini justru berbanding terbalik. Sebab banyak warga Morotai yang keluar mencari pekerjaan di luar daerah. Itu menandakan bahwa lapangan pekerjaan di Morotai nyaris tidak ada, sehingga banyak warga Morotai harus keluar mencari pekerjaan di daerah lain.

Meski demikian, ia berkomitmen jika Rusli-Rio terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, mereka akan mengembalikan lagi kebijakan yang pernah dilakukan semasa bupati Rusli Sibua.

“Jadi warga Morotai yang bekerja diluar daerah itu mereka harus balik lagi ke Morotai untuk bekerja di Morotai, bukan lagi bekerja diluar, ” harapnya.

Jika terbuka banyak lapangan kerja di Morotai, lanjutnya, maka secara tidak langsung iklim ekonomi Morotai akan tumbuh lebih baik. Sebab visi misi Rusli-Rio mengimplementasikan rakyat Morotai yang adil sejahtera.

Iya juga memaparkan terkait program prioritas Rusli-Rio, diantaranya anggaran pemuda dan pemudi sebesar Rp 200 juta, pemberian santunan buat para lansia sebesar Rp 2 juta, janda Rp 2 juta, imam dan pendeta Rp 2 juta, ibu hamil Rp 2 juta, begitu juga ibu yang melahirkan Rp 2 juta. Kemudian tukang sapu di desa Rp 2 juta. Bahkan sampai pada bantuan untuk orang meninggal sebesar Rp 10 juta.

Lebih lanjut Rio menyebut, bahwa program yang dirancang kedepan, jika Tuhan berkehendak ia dan Rusli Sibua memimpin Pulau Morotai, maka akan dimplementasikan. (tim/wmn)